Distance
Aku ingin bersandar..
Di dada mu, rasakanlah detak jantungku bahkan dari punggung ku..
Menembus dari belakangku, di dekap lingkaran hangat kedua lenganmu..
Mengharumkan hawa lewat wewangianmu disekitaran leherku..
Orang yang dibelakangku ini, orang yang paling ku sayang..
Tempat aku menopang, jiwa dan raga ku sekarang..
Boleh kah ku tolehkan muka, sayang?
Biar nafasku menyeberang, melewati garis bibir mungil mu yang halus,
mulus pipi senyummu mengembang.
Dua paragraf diatas adalah khayalan, khayalan yang menghidupkan
harapan.
Membunuh kenyataan atas nama jarak yang nyatanya masih diluar
jangkauan.
jangkauan.
Mereka menyatakan, bahwa kekuatan pikiranlah yang mampu
menghadirkanmu untuk satu gapaian tangan kedepan.
Senyata dengan keberadaanmu yang sungguhnya menempuh jarak langkah ribuan.
Aku bingung menentukan dimanakah dirimu sebenarnya berada.
Di luar kepalaku, aku hafal sekali bagaimana reaksi wajah gemasmu
mendengarkan ceritaku yang terkadang kurang lucu,
menyedekahkan senyum yang paling tulus seikhlasmu ,menyurgai usahaku.
.
Didalam kepala ku, ketika ku pejamkan mata kau semakin jelas disana..
Berbunyi juga, seakan ku menutup mata, telinga melebarkan
pendengaran nya sampai frekuensi menghantarkan gelombang suara tawa,
dari seorang wanita yang paling ku suka.
Berbunyi juga, seakan ku menutup mata, telinga melebarkan
pendengaran nya sampai frekuensi menghantarkan gelombang suara tawa,
dari seorang wanita yang paling ku suka.
Kamu bukan hanya terasa dekat, kamu melekat..
Merekatkan diriku bukan ke kamu aku tak sempat. Biar begitu, ku kan tetap keluhkan rindu.
Karena kebutuhan ragaku yang susah menunggu, maksudku..
Mataku butuh cantikmu. jangan salahkan ia serakah, suruh siapa kamu indah.
Badanku butuh pelukmu. Jangan salahkan ia berat, suruh siapa kamu hangat.
Telingaku butuh ocehanmu. Jangan salahkan ia menunggu, suruh siapa kamu merdu.
Tanganku butuh genggamanmu. Jangan salahkan ia berkeringat, suruh siapa kamu erat.
Kulitku butuh sentuhanmu. Jangan salahkan ia merinding, suruh siapa kamu bening.
Dimanapun kamu berada, kamu punya tempat paling penting di hidupku,
berkeliling di pikiranku, dan berbaring di jiwaku.
Semoga kamu betah disini, di tulisanku..
Disitu, di hatiku.
TAGS :
Deg... deg... deg...
BalasHapus